Tiga Fakta Seputar Palestina

Palestina Dan Sekitarnya Adalah Tanah Yang Diberkahi

Palestina dan Masjidil Aqsha. Sebuah tempat yang telah Allah istimewakan dari berbagai tempat yang ada di bumi-Nya. Banyak sekali keutamaan Palestina yang layak menjadikannya sebgai tempat yang mulia bagi penganut tiga agama sawawi; Islam, Yahudi dan Nasrani.

Karena keistimewaannya itulah, ada baiknya pada edisi ini kita lihat kembali, bagaimana keadaan Palestina dan fakta-fakta mengenai tanah yang diberkahi tersebut.

tiga fakta seputar palestina yang wajib kita ketahui

Allah menjelaskan dalam surat Al-Anbiya’, bahwa setelah Nabi Ibrahim  diselamatkan oleh Allah  ketika dibakar oleh Namrud, maka beliau bersama Nabi Luth berangkat menuju Palestina. Allah menyebut tanah tempat Masjidil Al-Aqsha  dan sekitarnya itu sebagai tanah yang diberkahi. Allah berfirman di QS. Al-Anbiya' 68-71, menceritakan kisah Ibrahim setelah mengalahkan Namrud dalam debat.
قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

68. Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak". 69. Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim", 70. mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. 71. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.

Pada ulama ahli tafsir menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan negeri di sini ialah negeri Syam, termasuk di dalamnya Palestina. Allah memberkahi negeri itu artinya: tanah yang subur, memilikki banyak tanaman, aneka buat, dan melimpahkannya air dari sungai-sungai, dari tanah tersebut juga Allah banyak mengutus Nabi-Nya untuk mendakwahi manusia. (Tafsir al-Baghwai, surat al-Anbiya’ ayat 71)

Bagian Bumi Paling Rendah, Tempat Dikalahkannya Persia oleh Romawi


Pada masa sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, dua kekuatan besar di atas bumi kala itu adalah Persia dan Romawi. Kedua imperium itu saling terlibat perang untuk memperluas daerah jajahan mereka. Pada suatu pertempuran di sekitar Syam dan daerah al-Jazirah, tentara Persia  yang dipimpin oleh Sabur berhasil memenangkan pertempuran. Dengan itu juga membuat Heraklius Kaisar Romawi terpojok hingga ke Konstantinopel. Ketika itu kaum musyrikin Makkah sangat senang bila yang menang adalah Persia yang menyembah api. Sebaliknya, kaum muslimin merasa senang bila bangsa Romawi yang menang, karena mereka adalah ahli kitab.

Maka Allah menurunkan firman-Nya ini dan memberikan waktu tenggang untuk memperlihatkan takdir-Nya. Bahwa bangsa Romawi akan menang setelah mereka dikalahkan. Tidak hanya itu, Allah menyebutkan tempat kejadian di mana akan diadakannya pertempuran balasan yang dimenangkan oleh Romawi tersebut.

Tempat itu adalah titik terendah di bumi, di Laut Mati (422 m di bawah permukaan laut), Palestina. Sedangkan waktu tenggangnya adalah kurang dari sepuluh tahun. Dan itulah yang terjadi. Allah berfirman:
الم غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

1. Alif Laam Miim 2. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, 3. di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang 4. dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, 5. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.

Disebutkan bahwa kemenangan Romawi atas Persia hampir bersamaan dengan kemenangan kaum muslimin di perang Badar. (Lihat dalam Tafsir Ibnu Katsir [QS. Ar-Rum: 1-5] dan Athlasul Qur’an, Dr. Syauqi Abu Khalil hal. 164-165)

Masjid Kedua Tertua Yang Dibangun Di Muka Bumi

Tahukah Anda, ternyata Masjidil Aqsha, selain menjadi masjid yang dimuliakan oleh Allah, ia juga merupakan masjid kedua yang dibangun di muka bumi ini. Al-Iman Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya, dari Abu Dzar beliau pernah bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama kali dibangun di muka bumi ini?” Rasulullah menjawab, “Masjidil Haram.” “Kemudian apa lagi?” tanya Abu Dzar. “Masjidil Aqsha,” jawab Nabi. Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama jarak antara (pembangunan) keduanya?” 40 tahun, kemudian di mana saja kamu mendapati waktu shalat setelah itu, shalatlah di sana karena keutamaan ada disana.” (HR. Al-Bukhari: 3366)

Mungkin pembaca akan sedikit bertanya atau bahkan kebingungan. Mengala Rasulullah menyebut jarak pembangunan antara kedua masjid mulia tersebut selama 40 tahun? Bukankah jarak antara pembangunan  Ka’bah oleh Nabi Ibrahim dan Ismail dengan pembangunan Masjidil Aqsha oleh Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman berjarak sekitar seribu tahun lebih?

Ternyata, al-Hafizh Ibnu Hajar dan ulama yang lain menjelaskan, bahwa pembangunan di hadist tersebut adalah peletakan batu pertama. Dan sebagaimana diketahui, bahwa yang membangun fondasi pertama Masjidil Haram adalah Nabi Adam. Setelah itu beliau memilikki keturunan yang berpencar di penjuru bumi. Nah, kemungkinan dari salah satu keturunan beliaulah fondasi Baitul Maqdis dibangun untuk kali yang pertama. Dan jarak antara dua pembangunan itu adalah 410 tahun (Sebagaimana di jelaskan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 6/405-409). Wallahu a’alam.

Itulah di antara fakta seputar Palestina dan Masjidil Aqsha. Dan sekarang Palestina sedang menunggu sang pembebas yang akan membebaskannya dari cengkeraman Yahudi dan Zionis. Semoga Allah menjaga Palestina dan kaum muslimin yang ada disana. Amin.

Belum ada Komentar untuk "Tiga Fakta Seputar Palestina"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel