Iklan Display

Keutamaan Shalat Dhuha Wajib Diketahui

Ibadah Shalat Sunnah Yang Dianjurkan Rasulullah

Keutamaan dan manfaat shalat dhuha terkadang sedikit disalahkan arti maksud tujuannya, dalam arti mengerjakan shalat dhuha untuk mengejar dunia. Sebenarnya hal seperti itu sah-sah saja selamat tidak keluar dari tuntunan ajaran Rasulullah tentang shalat dhuha. Lebih baik semua ibadah yang dikerjakan semata-mata untuk meningkatkan nilai iman dan taqwa kita kepada Allah serta mengharapkan rahmat Allah. Shalat dhuha ini merupakan shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk dikerjakan oleh setiap kaum muslimin karena keutamaan dan manfaat shalat dhuha ini sangat besar sekali.

keutamaan shalat dhuha salah satunya memperlancar rezeki, membuka pintu rahmat Allah, shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah

Keutamaan dan Manfaat Shalat Dhuha

Hadist shahih yang membahas tentang keutamaan shalat dhuha sangat banyak sekali dan wajib kita untuk mengimaninya dan mempercainya selama hadist tersebut tidak dhoif atau palsu. Melaksanakan shalat dhuha juga merupakan sarana untuk memohon ampunan kepada Allah atas dosa baik sengaja maupun tidak sengaja yang telah kita lakukan.

Baca Juga: Keutamaan Shalat Sunnah Dua Rakaat Sebelum Shubuh

Berikut hadist yang menerangkan tentang keutamaan shalat dhuha yang wajib kita ketahui.

Pertama: Barang siapa yang mengerjakan shalat dhuha akan mendapatkan pahala haji umrah yang sempurna

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Shalat dua rakaat yang yang dimaksudkan hadist diatas adalah shalat dhuha yang dikerjakan setelah matahari terbit. Jika matahari telah terbit setinggi tombak merupakan waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat.

Kedua: Shalat dhuha merupakan tanda orang yang kembali taat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين

“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 1: 164). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang kembali taat” (Syarh Shahih Muslim, 6: 30).

Inilah salah satu keutamaan shalat dhuha dimana shalat dhuha ini merupakan tanda bagi orang-orang berimana yang kembali kepada ketaatannya kepada Allah dalam arti termasuk ke dalam golongan orang yang tidak lalai dalam mencari rahmat Allah.

Ketiga: Keutamaan shalat dhuha adalah sedekah atas persendian seluruh tubuh

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).

Dalam hadist muslim yang diriwayatkan Aisyah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007).

Tentang manusia memiliki 360 persendian telah dibuktikan dalam dunia kesehatan, hal ini menjadi salah satu bukti bahwa apa yang dikatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu benar dan terbukti. Selain itu Allah itu Maha Adil bagi setiap hambanya dan Allah itu Maha Mengetahui segalanya. Bagi seorang yang tidak mampu dalam hal materi bisa tetap melakukan sedekah dengan melaksankan shalat dhuha.

Baca Juga: Keutamaan Shalat Tahajud Yang Wajin Diketahui

Keempat: Allah mencukupkan segala urusan di akhir siang

Salah satu keutamaan shalat dhuha yang wajib kita ketahui adalah segala urusan Allah akan mencukupkan urusan hambanya di akhir siang. At Thibiy berkata dalam Tuhfatul Ahwadzi, 2: 478, “Yaitu  engkau akan diberi kecukupan dalam kesibukan dan urusanmu, serta akan dihilangkan dari hal-hal yang tidak disukai setelah engkau shalat hingga akhir siang. Yang dimaksud, selesaikanlah urusanmu dengan beribadah pada Allah di awal siang (di waktu Dhuha), maka Allah akan mudahkan urusanmu di akhir siang.”

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam hadist diatas makna "maka itu akan mencukupimu di akhir siang" sangat luas, bisa bermakna mengerjakan shalat dhuha akan menyelamatkan orang yang mengerjakannya terhindar dari hal berbahaya, terhindar dari terjerumusnya perbuatan dosa, maupun diselesaikannya urusan dunianya baik hal segi materi maupun non materi.

Kelima: Shalat dhuha pesan Rasulullah kepada Abu Hurairah

Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mendapatkan pesan dari Nabi untuk mengerjakan shalat sunnah dhuha untuk selalu dikerjakannya. Dari Imam Thabari berkata, “ Shalat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.”

Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, " Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih. Al-Bukhari no. 1981. Muslim no. 721)

Shalat sunnah dhuha hukumnya sunnah muakkad, hukum sunnah muakkad adalah shalat tidak wajib dikerjakan tetapi ditekankan atau dianjurkan untuk dikerjakan. Seperti hadist diatas yang menjadi pesan atau wasiat khusus tentang ibadah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabatnya Abu Hurairah radhiyallahu ‘anh untuk dikerjakan dan jangan ditinggalkannya.

Baca Juga: Terputus Amalnya Meninggalkan Shalat Azhar

Para muslimin yang selalu dirahmati Allah, itulah keutamaan shalat dhuha yang wajin kita ketahui dan sebisa mungkin kita kerjakan. Shalat dhuha meskipun hukumnya sunnah tetapi shalat sunnah dhuha ini sangat dianjurkan atau ditekankan untuk dikerjakan. Alangkah baiknya jika kita bisa mengerjakannya shalah sunnah dhuha ini karena Allah itu Maha Mengetahui apa yang dikerjakan hambanya dan sudah sepantasnya kita mencari dan menjada rahmat Allah. 

Share Artikel: Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan, maka dia akan mendapatkan kebaikan seperti orang yang mengerjakannya

Share artikel ini untuk menjadi media saling mengingatkan sesama muslim tentang kebaikan ibadah yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya shallallahu ‘alaihi wasallam

Belum ada Komentar untuk "Keutamaan Shalat Dhuha Wajib Diketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel