Jadikan Rumahmu Titik Awal Munculnya Kebaikan

Baiti Jannati Rumahku Surgaku

Banyak cara Allah memberikan jalan kepada kita untuk dapat menggapai surga-Nya. Di antara jalan kebaikan yang ditunjukkan itu ialah dengan cara menikah dan berkeluarga. Karena itulah tidak mengherankan bila Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sendiri mengatakan, bahwa dengan menikah, berarti seseorang telah menyempurnakan sebagian dari agamanya, sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

rumahku surgaku baiti jannati seorang muslimin


إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah: 625)

Allah berfirman dalam kitab suci-Nya Al Qur'an:

وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” (QS. Ar-Ruum: 21).

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.” (QS. Ar Ra’du: 38). Ayat ini menunjukkan bahwa para rasul/nabi itu menikah dan memiliki keturunan.

Namun perjalanan manusia untuk menggapai ridha Allah dengan cara berkeluarga tidaklah berjalan mulus. Hambatan dan rintangan adalah suatu hal yang wajib dijumpai manakala pasangan suami istri ingin bersama-sama membahu dalam ketaatan. Impian untuk menjadikan rumah sebagai tempat pertama untuk melaksanakan kebaikan seakan kandas di tengah jalan. Alih-alih menjadikannya sebagai tempat pertama mengawali kebaikan dan kebahagiaan, bahkan mungkin saja lantaran jeleknya akhlah pasutri atau salah satu dari keduanya sehingga menjadikan rumah sebagai titik awal kebinasaan dan kesengsaraan.

Berkomitmen Dalam Meningkatkan Taqwa

Itu semua sangat mungkin terjadi. Apakah pemicunya? Tak lain adalah jeleknya perangai pasutri atau salah satu dari keduanya. Kasus perselingkuhan, pelayangan  gugatan cerai secara sepihak atau minimnya pengajaran agama yang didapat keluarga merupakan beberapa pemicu yang sering membuat rumah hunian pasutri menjadi seperti neraka. “Rumahku Nerakaku,” itulah kata-kata yang mungkin pas menggambarkan keadaan rumah pasutri yang tidak mengenal nilai-nilai kebaikan akhlak dan agama serta mengamalkannya di dalam rumah huniannya.

Karena itulah, mari kita membuat komitmen dengan diri kita dan pasangan, serta keluarga yang ada di rumah untuk saling bahu membahu dalam ketaatan. Sungguh indah teladan dan generasi para alim ulama yang bekerja sama dengan istri dan anak mereka dalam ketaatan. Bila itu dapat dilaksanakan, insya Allah “Rumahku Surgaku” bisa diwujudkan.

Belum ada Komentar untuk "Jadikan Rumahmu Titik Awal Munculnya Kebaikan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel