12 Hal Tentang Shalat Yang Perlu Diketahui (Bagian I)

Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk menjalankan shalat sebanyak lima kali. Tahukah Anda, Ibadah yang satu ini mengandung keistimewaan yang luar biasa? Ternyata shalat adalah ibadah yang memilikki kekhususan tersendiri dari ibadah-ibadah lainnya. Diantara kekhususan tersebut adalah berikut:

Pertama: Shalat adalah rukun islam yang kedua, setelah dua kalimat syahadat

Urutan selanjutnya, yang dilakukan oleh seorang yang masuk Islam setelah ia mengikrarkan syahadat adalah melaksanakan shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, “Islam didirikan di atas lima pondasi: Bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah selain  Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, haji ke baitullah bila ada kemampuan, dan puasa bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua: Shalat adalah tiang agama

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda: “Tiangnya agama adalah shalat” (HR. Tirmidzi. Beliau mengatakan, “Hadist ini derajatnya hasan shahih”)

Sahabat  Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu berpesan kepada gubernur-gubernur di wilayah kekuasan khilafah beliau, “Sungguh urusan terpenting yang ada pada kalian bagi saya adalah shalat. Barangsiapa yang menjaga shalatnya, dia telah menjaga agamanya.  Sesiapa yang menyepelekan shalat, maka untuk urusan lain ia akan lebih sepelekan lagi. Tak ada bagian dari Islam, untuk orang-orang yang meninggalkan shalat.” (Al Mudawwanah, 1/156)

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, “Siapa saja yang meremehkan urusan shalat, ia akan didapati menyepelekan Islamnya. Sungguh kualitas Islam seseorang berbanding lurus dengan kualitas shalatnya. Dan loyalitasnya terhadap Islam sesuai kadar loyalnya terhadap shalat.” (Ta’zhimu Qadri Ash Shalah, hal. 22).

Ketiga: Allah mensyariatkan shalat kepada Rasul-Nya tanpa perantara dan di malam yang mulia

Berbeda dengan ibadah lainnya seperti zakat, puasa, jihad dan lainnya yang Allah perintahkan melalui perantaraan malaikat Jibril yang kemudian Jibril yang kemudian Jibril menyampaikannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, shalat tidak demikian. Allah langsung memanggil Rasul-Nya ke atas langit ke 7 ke Sidrotul Muntaha dalam peristiwa yang kita kenal dengan Isra Mi’raj ini menunjukkan betapa penting dan istimewanya shalat.

Keempat: Amalan pertama (yang berkaitan dengan hak Allah) yang akan dihisab di hari kiamat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, “Lihatlah apakah hamba tersebut memilikki amalan shalat sunnah?” Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

Dalam riwayat lain disebutkan, “Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud, Ahmad, Al Hakim dan Baihaqi. Al Hakim menilai sanad hadist ini shahih dan disepakati oleh Adz Dzahabi).

Kelima: Akhir dari wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sesaat sebelum beliau meinggal dunia

Dari ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan , “Diantara akhir dari wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jagalah shalat… jagalah shalat dan budak-budak kalian.” (HR. Ahmad).

Keenam: Bagian Islam yang terakhir dicabut dari muka bumi.

Dari Zaid bin Tsabit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yang pertama kali diangkat dari diri manusia adalah amanat dan yang terakhir tersisa adalah shalat.” (HR. Al Hakim dan Tirmidzi). Disebutkan oleh Syikh Al Albani dalam shahih Al Jami’ 2.353).

Baca Selanjutnya Bagian ke 2 …