12 Hal Tentang Shalat Yang Perlu Diketahui (Bagian II)

Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk menjalankan shalat sebanyak lima kali. Tahukah Anda, Ibadah yang satu ini mengandung keistimewaan yang luar biasa? Ternyata shalat adalah ibadah yang memilikki kekhususan tersendiri dari ibadah-ibadah lainnya. Diantara kekhususan tersebut adalah berikut:

Ketujuh: Allah menyebutkan shalat sebagai ciri pertama adalah orang-orang yang beruntung

Allah berfirman (yang artinya): “Sungguh beruntunglah orang-orang beriman itu. Yaitu orang-orang yang khusyu’ shalatnya. Menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Menunaikan zakat. Menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka milikki. Sesunggugnya barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang menjaga amanat-amanat dan janjinya. Dan orang-orang yang menjaga shalatnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-9).

Kedelapan: Allah menyebut shalat sebagai iman

“Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia” (QS. Al Baqarah: 143)

Para ulama tafsir menerangkan, makna kata “iman” pada ayat ini adalah shalat. Yakni shalat yang dikerjakan  sebelum terjadinya pemindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Sebagaiman disebutkan hadist Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, “Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengalihkan kiblat ke arah Ka’bah, para sahabat bertanya, “Bagaimana dengan saudara-saudara kami yang telah meninggal ya Rasulullah. Sementara mereka shalat menghadap Baitul Maqdis?” Maka turunlah ayat, “Dan Allah tidaklah menyia-nyiakan imanmu.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “Hadist ini hasan shahih”).

Imam Qurtubi rahimahullah berkata, “Pada ayat ini shalat disebut dengan iman. Karena ibadah ini mencakup niat (ibadah hati), ibadah lisan dan ibadah anggota badan.” (Tafsir Al Qurthubi 2/440).

Kesembilan: Allah mewajibkan shalat pada setiap keadaan

Allah mewajibkan shalat pada setiap keadaan.

Kewajiban shalat tidak gugur meski saat keadaan genting sekalipun, seperti saat perang, sakit perjalanan jauh dan lain sebagainya. Meski ada keringanan dalam hal syarat dan jumlah raka’atnya, namun tidak menggurkan kewajiban shalat secara keseluruhan.

Kesepuluh: Pada awalnya, Allah mewajibkan shalat dalam sehari sebanyak 50 kali shalat. Ini bukti bahwa Allah amat mencintai ibadah ini

Namun kemudian Allah memberi keringan sehingga menjadi 5 kali dalam sehari semalam, namun pahalanya sama dengan 50 kali pahala shalat. Ini menunjukkan agungnya kedudukan ibadah ini. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesebelas: Saking pentingnya ibadah ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tetap memerintahkan kepada orang-orang yang lupa atau tertidur saat waktu shalat untuk mengqodho’nya saat ia ingat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan shalat karena tertidur atau lupa, maka hendaknya ia melakyukan shalat setelah ingat. Tidak ada kafarat (pengganti) selain itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa yang kelupaan shalat atau tertidur sehingga terlewat waktu shalat maka penebusnya adalah dia segera shalat ketika ia ingat.” (HR. Muslim)

Masuk dalam hal ini adalah orang yang pingsan. Para ulama menjelaskan, bila pingsannya tidak lebih dari tiga hari, wajib baginya untuk mengqodho’ shalat yang terluput selama tiga hari ia pingsan tersebut. Dalilnya adalah hadist yang diriwayatkan dari sahabat ‘Amar, Imran bin Hushain dan Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhum. Adapun bila seseorang koma lebih dari tiga hari, maka hukumnya disamakan dengan orang yang gila. Jadi tidak ada kewajiban mengqodho’ shalat setelah ia sadarkan diri (Lihat Al Mughni, 2/50-52 dan Asy Syarhul Kabir, 3/8)

Kedua belas: Allah mengkhususkan penyebutan shalat dalam Al Qur’an

“Dan telah Kami wahyukan kepada mereka untuk mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat” (QS. Al Anbiya: 73).

Padahal shalat sudah termasuk dalam amalan kebajikan. Namun Allah khususkan penyebutannya untuk diketahui bahwa ibadah ini adalah ibadah yang paling penting. Dan seperti ini banyak ditemui dalm Al Qur’an.