TAWAKAL LAGI: TAUHID KITA SEDANG DI UJI

“kalo waktunya ilang yaa ilang…”

Kita belajar tentang tauhid, tentang sabar, tentang ikhlas. Kemudian suatu hari Allah menguji kita dengan kenyataan hidup. Kita gagal, fail, gagal total. Katanya tuhannya Allah, tapi begitu duit haji ‘dimakan’ sama orang, apa jawaban ente semua?

“Ini Ustadz. Gara-gara duit saya dibawa kabur sama orang, saya gagal pergi haji.”

Coba… ke mana Laa ilaha ilallah Saudara? Tidak ada yang bisa mergi’in haji kecuali Allah, termasuk tidak ada yang menggagalkan Saudara pergi haji kecuali Allah.

Ada contoh lain. “Saya nih Pak Ustadz, kalau duit saya ga dimakan sama temen saya, mungkin saya masih punya dagangan. Saya gak nganggur kayak begini.”

Nah… Nah…. Sudah duit ilang, susah, saudara jatuh pula kepada orang-orang yang tidak lagi bertuhan Allah SWT.

“Woy, entar dulu Ustadz. Tuhan saya Allah.”

Eh, kalau tuhan ente Allah mah ga mungkin ente nyalahin orang lain.

“Ya tapi gimana? Duit saya dibawa sama die.”

Bos, dibawa, ga dibawa sama die, udah waktunya ilang mah ilang aja…

Inilah yang harus kita perbaharui, Tuhan kita siapa sih sebenernya? Siapa yang memberi kita mudharat? Siapa yang mendatangkan buat kita manfaat? Allah-kah? Atau ada yang selain Allah?

Saudara mengatakan “Kalau ga ada dia nih, ane ga bakal ketolong nih.” Gila lo. Emang bisa ape manusia?

Maka Allah mengatakan kepada Muhammad SAW untuk mengatakan lagi kepada kita. Mandzalladzi ya shimukum, araada bikuum suu-an. Siapa sih yang melindungi kalian semua? Kalau Allah sudah memberikan Saudara keburukan?

Saudara pikir, dengan menyimpan uang Saudara di deposito, dikelola oleh bank yang dijamin oleh pemerintah, duit Saudara ga bakal hilang? Buktinya banyak orang yang duitnya dibobol oleh orang lain. Apakah Saudara pikir, yang sudah berlapis-lapis security-nya, tidak bisa Allah buat orang tersebut menjadi kena sesuatu? Gak. Sepenuh-penuhnya karena Allah. Di sini ujiannya nih. Tauhid kita diuji.

Simak QS. Yunus: 107 yang berikut ini:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ [يونس : 107]

“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Allah bertanya kepada kita, “Siapa sih yang bisa melindungi kalian semua?” Jika Allah menghendaki keburukan dari kalian atau menghendaki rahmat. Wala yajiduuna lahum min duunillaahi waliyyan walaa nashiiraan. Dan kalian tidak akan mendapat pelindung, penolong, kecuali Allah SWT. (Ust. Yusuf Mansur)