Shalat Sunnah Ba’diyah Maghrib

Shalat sunnah ini dilakukan setelah shalat maghrib sebanyak 2 rakaat, sebagaimana hadits Ibnu Umar, “Aku menghafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh rakaat (sunnah rawatib), yaitu dua rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelah dzuhur, dua rakaat maghrib, dua rakaat sesudah isya dan dua rakaat sebelum shubuh.” (HR. Muslim)

Adapun bacaan surat pendek yang biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baca saat shalat ba’diyah maghrib adalah di rakaat pertama beliau membaca surat Al-Kafirun dan di rakaat kedua beliau biasa membaca surat Al-Ikhlas. Sebagaimana hadits dari Abdulllah bin Mas’ud radiyallahu’anha, “Saya sering mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau membaca surat pada shalat sunnah ba’diyah maghrib, yaitu surat Al-Kafirun dan surat Al-Ikhlas.” (HR. At-Tirmidzi, Syaikh Albani mengatakan hadits ini Hasan Shahih)

Shalat Sunnah Ba’diyah Isya

Shalat sunnah ini dilakukan setelah shalat isya sebanyak 2 rakaat. Sebagaiman hadits Ibnu Umar, “Aku menghafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh rakaat (sunnah rawatib), yaitu dua rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelah dzuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya dan dua rakaat sebelum shubuh.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh ibunda Aisyah radiyallahu’anha, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas rakaat pada shalat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat sesudah dzuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya dan dua rakaat sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i)

Sumber: At-Tauhid edisi 04 tahun 14