Setan diberi kemampuan oleh Allah bisa menggoda/menyusup mengikuti aliran darah manusia. Maka jagalah hati untuk terus berdzikir; berpuasa dan makan makanlah dari hasil yang halal.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan mengalir (menggoda) di dalam diri manusia mengikuti aliran darah.” (HR. Bukhari: 4/28 – Fathul Bari dan Muslim dalam Syarh Shahih Muslim: 14/155)

“Sesungguhnya setan merasuk ke dalam tubuh keturunan Adam seperti aliran darahnya.” (HR. Bukhari: 4/278 dan Muslim: 14/157)

Al-Hafizh Ibnu berkata, “Ada yang berpendapat bahwa pengertian hadist ini sebagaimana yang dimaknai secara lahiriah. Bahwa Allah membuat setan mampu untuk melakukan hal tersebut. Ada pula yang berpendapat, bahwa ini hanya kiasan dikarenakan seringnya godaan dan rayuan yang dilancarkan setan. Seakan-akan, setan tidak pernah berpisah dengannya seperti halnya darah. Artinya, antara setan dan darah yang ada pada manusia terdapat keserupaan yang kuat. (Fathul Bari: 4/280)

Abdullah bin Abbad berkata, “Setang bertengger pada hati setiap manusia. Apabila dia lupa dan lalai, setan akan menggodanya. Dan apabila dia dzikir kepada Allah, setan akan bersembunyi.” (Tafsir Ibnu Katsir: 4/575)

Dari sini jelaslah bagi kita, bahwa setan mampu untuk merasuk ke tubuh manusia. Karena itu, dia memilih hati sebagai tempat berlabuhnya. Sebab hati adalah sang panglima, sementara anggota tubuh yang lainnya hanyalah bala tentaranya. Apabila setan telah menguasai hati, maka seluruh anggota tubuhya akan tunduk dan patuh.

Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, apabila dia baik, niscaya seluruh tubuhnya akan baik. Dan apabila dia rusak, niscaya seluruh tubuhnya akan rusak, ingatlah segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari: 1/126 – Fathul Bari dan Muslim dalam Syarh Shahih Muslim: 10/28)

Akan tetapi, di sana ada hati-hati yang diliputi pagar keimanan dan benteng keimanan. Dia senantiasa dikawal olek dzikir. Setan tidak mampu memasukinya kecuali secara sembunyi. Apabila setan memasukinya, para pengawal (dzikir) akan mengusirnya ke luar benteng dalam keadaan terhina dan terkapar.

Sumber : Syaikh Wahid Abdussalam Bali (Pakar Dunia Ghaib dari Timur Tengah)