Seindah Pertolongan Allah Bagian Pertama

Pertolongan Allah itu begitu istimewa. Dengan pertolongan-Nya, sebab-sebab yang semula kelihatan ringan akan menjadi dahsyat hasilnya.

Dengan pertolongan-Nya, tongkat Nabi Musa ‘alaihissalam dapat membelah lautan. “Lalu Kamu wahyukan kepada Musa: ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu’. Maka terbelahlah lautan itu dan tiao-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (QS. Asy-Syu’ara: 63)

Dengan pertolongan-Nya, Maryam mampu membuat buat kurma berjatuhan, hanya dengan sekedar menggoyang-goyangkan pohon kurma yang kokoh menjulang. Padahal ketika itu ia dalam kondisi lelah tak berdaya, saat menjelang prosesi melahirkan Isa ‘alaihissalam.

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buat kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam: 25)

Dengan pertolongan-Nya jua, tiga ratusan pasukan kaum muslimin Perang Badar dapat mengalahkan kaum musyrikin yang terdiri dari seribu pasukan.

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” (QS. Ali Imran: 123)

Dengan pertolongan-Nya pula, seorang hamba dapat dengan mudah, melaksanakan ibadah. Oleh karenanya, kita harus rutin dan giat meminta pertolongan Allah ta’ala agar kita dimudahkan dalam mengerjakan amal ibadah.

Kita Ini Hamba Yang Lemah

Kita ini adalah hamba yang lemah. Kita tidak akan bisa berbuat apa-apa kecuali jika diberikan pertolongan-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya): “Allah hendak memberi keringan kepadamu, karena manusia itu diciptakan dalam sifat yang lemah.” (QS. An-Nisa: 8).

Setelah berpanjang lebar menjelaskan tentang adanya keringanan dari Allah yang terdapat pada awal ayat ini, kemudian Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah menerangkan terkait kelemahan manusia. Kata beliau, “Manusia itu lemah dari berbagai sisi. Lemah dari postur tubuhnya, lemah dalam kehendak, lemah dalam tekad, lemah dalam keimanan dan lemah dalam kesabaran. Lanta Allah memberikan keringan atas dasar kelemahan padanya.” (Tafsir Karimir Rahman, Hal. 177)

Kita sebagai makhluk, tentu sangat butuh dengan pertolongan-Nya. Sebab Allah itu Maha Kaya dan Maha Kuasa. Allah ta’ala berfirman (yang artinya): “Wahai manusia kamulah yang sangat butuh kepada Allah dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam tiap aktivitas geraknya dan juga diamnya. Sungguh Allah tidak membutuhkan mereka sedikitpun. Oleh karena itu, Allah nyatakan bahwa Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11/316)

Baca Selanjutnya Bab II