Golongan orang yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mendapat rahmat Allah. Tanda orang itu mendapatkan rahmat Allah adalah dimudahkan Allah dalam melakukan berbagai kebaikan. Seperti dimudahkan Allah untuk sholat, puasa baik wajib maupun sunnah, dimudahkan Allah membaca Al Qur;an, berdzikir, bersedekah, berbuat baik kepada semua makhluk Allah dan lain sebagainya. Mudah saja seorang hamba menolong/membantu orang lain, mudah memberikan pinjaman kepada siapa yang membutuhkan, inilah ciri-ciri mereka yang mendapat rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ini calon penghuni surga.

Rasulullah saw pernah bersabda yang artinya, “Tidak akan masuk surga kamu sekalian, berapapun banyak amal ibadahmu, kecuali mendapat rahmat Allah. Sahabat bertanya, Wa La Anta Ya Rasulullah, apakah engkau juga seperti itu Ya Rasulullah’. Nabi menjawab, Wa La Ana, aku juga tidak akan masuk surga berapapun banyaknya amal ibadahku, kecuali mendapat rahmat Allah”.

Inilah salah satu pelajaran pertama untuk kita dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Nabi Ismail ‘alaihissalam. Yaitu, taat kepada Allah, apapun perintah Allah untuk kita. Agar kira mendapat rahmat Allah. Seperti contohnya saja, waktu Idul Adha, kita diperintahkan untuk menyembelih hewan qurban. Maka barangsiapa yang sudah mampu berqurban, tapi dia memilih untuk tidak mau berqurban, pertanda orang itu tidak mendapat rahmat Allah, tidak masuk surga Allah. Karena syarat masuk surga itu harus mendapat rahmat Allah. Orang-orang yang mendapat rahmat Allah itu dekat dengan berbuat baik.

Berqurban itu salah satu kebaikan, mereka yang mendapat rahmat Allah pasti sangat enteng/ringan tanpa beban melaksanakan perintah qurban disaat dia mampu/memilikki rezeki yang lebih.

Firman Allah dalam kitab suci Al Qur’an,

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A’raf: 56)

Penjelasan orang-orang mendapat rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala itu dimudahkan Allah untuk mengerjakan berbagai kebaikan. Dekat dengan kebaikan, sebaliknya mereka yang jauh dari rahmat Allah akan sulit melakukan kebaikan, jauh dari kebaikan. Jadi, untuk mendeteksi apakah kita masih jauh dari rahmat Allah adalah dengan melihat apakah kita termasuk yang mudah dan senang melakukan kebaikan atau yang sulit melakukan kebaikan.

Sumber: Risalah Jum’at Edisi 49/XXVII 12 Dzulhijjah 1439 H