Jagalah Pandangan

Pada masa sekarang ini, menjaga pandangan sudah menjadi suatu hal yang berat untuk dilakukan. Hal ini tak lain disebabkan oleh memudarnya nilai – nilai Islami dalam pergaulan masa kini dengan sesama Muslim. Kurangnya pendidikan agama dalam keluarga yang benar menjadikan menahan pandangan bukanlah sesuatu yang dibiasakan sejak dini.

Barangkali tidak sedikit dari kita yang pernah membaca berita di media massa atau bahkan melihat sendiri di lingkungan sekitar kita ada remaja yang tega mencederai temannya atau bahkan dirinya sendiri, akibat kasih tak sampai. Awal petaka ini bisa jadi karena diumbarnya mata dalam memandang yang tidak semestinya, yang tidak halal baginya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam syairnya:

“Setiap bencana berawal dari pandangan mata, sebagaimana api yang besar berasal dari percikan bara. Berapa banyak pandangan sanggup menembus relung hati, seperti kekuatan anak panah yang lepas dari busur tali. Seorang hamba, selama mengumbar pandangannya untuk memandang selainnya. Maka dia berada dalam bahaya. Ia menyenangkan mata dengan sesuatu yang membahayakan hatinya. Maka janganlah menyambut kesenangan yang akan membawa bencana.”

Pandangan juga merupakan pemandu dan utusan syahwat. Oleh karena itu, menjaga pandangan merupakan pondasi dari memelihara kemaluan. Barangsiapa yang mengumbar pandangannya berarti dia telah menggiring dirinya ke tempat-tempat kebinasaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ

“Janganlah kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan berikutnya. Sebab hanya pandangan pertama saja yang dibolehkan bagimu, tidak untuk pandangan setelahnya.”

(HR Abu Daud, no. 2149; At-Tirmidzi, no. 2777; Ahmad, V:353 dan V:357; dan Baihaqi, VII:90; dari Buraidah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُوْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيْسَ، فَمَنْ غَضَّ بَصَرَهُ عَنْ مَحَاسِنِ امْرَأَةٍ لله أَوْرَثَ الله قَلْبَهُ حَلاَوَةً إِلىَ يَوْمِ يَلْقَاهُ

“Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Maka barang siapa yang menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah, niscaya Allah akan mewariskan rasa manis dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya.”

(HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrak,V:313; Al-Qudha’i dalam Musnad Asy-Syihab, no. 292; dan Ibnul Jauzi dalam Dzammul Hawa, hlm.13; dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu. Juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, no. 10362 dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Jauzi dalam Dzammul Hawa, hlm. 140 dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu)

Betapa indah dan telah sempurnanya ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Segala hal yang akan mendatangkan kebaikan bagi umatnya telah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan dan segala hal yang akan membahayakan bagi umatnya-pun telah beliau peringatkan. Sebagaimana yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan,

إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوْسَ عَلىَ الطُّرُقَاتِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ الله, مَجَالِسُنَا، مَا لَنَا بُدٌّ مِنْهَا. قَالَ: فَإِنْ كُنْتُمْ لاَ بُدَّ فَاعِلِيْنَ فَأَعْطُوْا الطَّرِيْقَ حَقَّهُ، قَالُوْا: وَمَا حَقَّهُ؟ قَالَ: غَضُّ البَصَرِ وَكَفُّ الأَذَى وَرَدُّ السَّلاَمِ

“’Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan-jalan.’

Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, itu tempat kumpul kami. Kami tidak dapat meninggalkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Jika kalian harus melakukan hal itu, berikan kepada jalan itu haknya.’

Para sahabat bertanya, ‘Apakah haknya?’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, dan menjawab salam.’” (HR Al-Bukhari, no.6229; Muslim, no.2121)

Mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk menundukkan pandangan saat duduk-duduk di pinggir jalan? Hal ini tidak lain karena pandangan merupakan pangkal dari segala bencana yang menimpa manusia.

Bila ingin belajar menahan pandangan, ada beberapa cara menjaga pandangan mata yang bisa dilakukan:

Selalu Mengingat Allah

Kita bisa menanamkan kesadaran dalam diri bahwa Allah akan selalu melihat perbuatan kita baik atau buruk. Dengan demikian kita akan bisa menahan diri sebagai cara untuk menahan pandangan terhadap sesuatu yang dilarang dan cara menjadi pribadi yang baik. Selalu ingat bahwa perbuatan kita bukan saja disaksikan oleh Allah namun juga akan dicatat oleh malaikat. Jangan pernah lupa untuk terus memperkuat keyakinan ini dalam diri agar bisa menjadi kebiasaan yang baik dan cara merubah diri menjadi lebih baik. Menahan pandangan adalah salah satu cara menjaga hati sebelum menikah agar hati tidak dikotori oleh keinginan – keinginan yang tidak pada tempatnya.

Jauhi tempat yang bisa memancing fitnah

Supaya kita bisa terbebas dari keinginan untuk mengumbar pandangan, maka kita harus menghindari tempat – tempat yang diketahui banyak orang mengumbar aurat dan juga tayangan televisi yang kurang sesuai. Cara menghindari zina bagi remaja dan kawula muda juga bisa dilakukan dengan menjauhi tempat yang bisa memancing timbulnya fitnah. Selain itu hal ini juga bisa menjadi cara untuk menghindari kebiasaan berpacaran bagi anak muda, karena pacaran menurut Islam juga adalah perbuatan yang menjurus kepada zina.

Selalu berdoa kepada Allah

Berdoa kepada Allah bisa menjadi salah satu cara untuk menguatkan hati kita agar senantiasa bisa menjaga pandangan. Banyak berdoa juga akan membuat kita dekat dengan Allah sehingga kita semakin mudah menghindari hal yang dilarang oleh Allah. Ingat juga tujuan hidup menurut Islam yaitu untuk beribadah kepada Allah, jadi segala sikap dan tujuan serta perbuatan haruslah didasarkan pada keinginan untuk beribadah kepada Allah. Hal ini bisa membentengi diri dari melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Rajinlah berpuasa

Puasa adalah salah satu cara untuk menahan nafsu. Bukan hanya nafsu makan dan minum, melainkan semua nafsu yang bisa timbul jika kita tidak tahu cara meredam emosi saat sedang berpuasa. Menahan nafsu adalah termasuk menahan diri memandang hal yang bukan menjadi hak kita, atau hal yang diharamkan.

Menikah

Menikah tanpa pacaran sangat dianjurkan dalam Islam untuk menjaga diri dan menghindar dari segala perbuatan maksiat. Ada satu hadits yang menyatakan tentang menikah dalam Islam, yaitu:

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu dapat lebih menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan.” (HR. Bukhari)