Di antara muamalah yang mudah yang berpahala melimpah yang dianjurkan oleh syariat Islam antara lain sebagai berikut:

Didoakan tujuh puluh ribu Malaikat dan mendapat kebun di surga

Muamalah mudahnya yaitu dengan menjenguk saudara muslim yan sakit. Dari Ali bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: “Tiada seorang muslim pun yang menjenguk saudara muslim (yang sakit) di waktu pagi melainkan akan bershalawat (mendoakan)nya tujuh puluh ribu Malaikat di waktu sore niscaya akan bershalawat (mendoakan)nya tujuh puluh ribu Malaikat sampai waktu pagi dan baginya sebuah kebun di surga.” (HR. At-Tirmidzi: 985, dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib: 3476)

Pahala sebesar dua gunung

Muamalah mudahnya yaitu bertakziah dan turut menyelenggarakan jenazah sehingga usai dimakamkan. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: (Siapa yang mengiringkan jenazah seorang muslim karena iman dan mengharap pahala dari Allah dan ia tetap padanya sehingga ia dishalati sampai usia dimakamkan, maka ia kembali dengan membawa pahala sebesar dua qirath yang masing-masing qirath seukuran gunung Uhud. Dan siapa yang menshalati jenazah lalu ia pulang sebelum dimakamkan maka ia kembali dengan membawa pahala sebesar satu qirath.” (HR. Al-Bukhari: 47, 5021)

Berpahala kelapangan rezeki dan panjangnya usia

Muamalah mudahnya yaitu menyambung hubungan kekerabatan yang disebut silaturohim. Anas bin Malik mengatakan, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilapangkan usianya hendaknya ia menyambung silahturohmi.” (HR. Bukhari: 2067 dan Muslim: 6687)

Meraup pahala amalan shalih meski tidak bisa turur beramal

Muamalah mudahnya yaitu gemar menunjukkan amal kebajikan kepada sesama atau menunjukkan mereka kepada jalan kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang menyerukan hidayah maka ia mendapat pahala seperti pahala-pahala setiap orang yang mengikutinya dan tidak mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Dan siapa yang menyerukan kesesatan maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya dan tidak mengurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim: 6980)

Masuk surga dengan sejahtera

Di antara muamalah mudahnya ialah menebarkan salam. Abdullah bin Salam mengatakan,  “Tatkala Nabi datang ke Madinah, manusia pun menunggu-nunggu kehadiran beliau.  Lantas dikatakan, ‘nabi telah tiba!’ Maka aku segera mendatangi mereka agar bisa memandang beliau. Tatkala nampak jelas bagiku wajah Rasulullah, berperangai pendusta dan adalah hal-hal pertama yang diserukannya ialah, ‘Wahai manusia! Tebarkanlah salam da berilah makan (kepada yang kelaparan) dan shalat malamlah saat manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan sejahtera.” (HR. At-Tirmidzi: 2485 dan beliau berkata: Hadist ini Shahih)

Berhak memilih bidadari surga yang disuka

Muamalah mudahnya yaitu menahan marah saat mampu melakukannya. Dari Sahl bin Mu’adz al-Juhani, dari ayahnya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: “Siapa yang menahan marah padahal ia mampu melampiaskannya niscaya Allah kelak di hari kiamat akan menyerunya di hadapan seluruh makhluk sehingga Dia memberinya hak memilih bidadari surga sesuka hatinya.” (HR. At-Tirmidzi: 2021, Abu Dawud: 4777, Ibnu Majah: 4186, Shahihut Targhib: 2753)

Dinaungi Allah di bawah naungan ‘Arsy-Nya ketika kiamat

Muamalah mudahnya yaitu memberi utang dengan tempo yang lapang kepada orang yang kesulitan atau membebaskannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang memberi utang dengan tempo yang lapang buat orang yang kesulitan atau membebaskannya, niscaya kelak di hari Kiamat Allah akan menaunginya di bawah naungan ‘Arsy-Nya, di hari yang tiada naungan selain naungan-Nya.” (HR. At-Tirmidzi: 1306, Shahihut Targhib: 909)

Sama seperti bersedakah sejumlah piutangnya setiap hari

Muamalah mudahnya yaitu degan memberi tempo buat yang belum mampu membayar utang saat telah jatuh tempo membayarnya. Dari Buraidah Al-Aslami, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang memberi utang dengan tempo yang lapang bagi yang kesulitan maka baginya pahala bersedakah setiap hari sepanjang temponya. Dan siapa yang menangguhkan tempo bayar utang setelah jatuh tempo harus membayarnya maka baginya seperti pahala bersedakah (sejumlah piutangnya) setiap harinya (sepanjang temponya).” (HR. Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah: 2409, ash-Shahihah: 86)

Ditutup aibnya oleh Allah kelak di hari kiamat

Muamalah mudahnya yaitu rapi menutup aib sesama di dunia. Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba menutup aib sesamanya didunia melainkan Allah pasti akan tutup aibnya kelak di hari kiamat.” (HR. Muslim: 6760)

“Selalu berbuat kebaikan kapan’pun dan dimana’pun, karena kita tidak tahu kebaikan yang mana yang bisa membuka pintu surga kita.”