Surat Al-Baqarah Ayat 183,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Kalau kita ingin bahagia di dunia dan akhirat, kuncinya adalah bertaqwa kepada Allah Ta’ala. Menyempurnakan amal ibadah yang akan diterima Allah Ta’ala, kuncinya adalah taqwa juga. Taqwa menjadi kunci bagi rezeki. Taqwa juga menjadi kunci supaya bebas dari api neraka. Bahkan taqwa juga kunci masuk surga Allah Ta’ala.

Kita harus memilikki ilmu tentang seluk beluknya ibadah puasa. Jangan sampai kita hanya sekedar orang puasa, kita pun puasa. Orang tidak makan dan minum, kita juga hanya sekedar ikut-ikutan tidak makan dan minum. Sementara kita tidak punya ilmu tentang ibadah puasa itu. Jadi, kita harus punya ilmu tentang puasa.

Puasa menghapus dosa yang telah berlalu

Abu Hurarirah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Puasa menjadi syafa’at di hari kiamat

Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafa’at (pertolongan) bagi seorang hamba (yang berpuasa dan membaca al-Qur’an) pada hari kiamat. Shaum berkata, ‘Wahai Rabbi, saya sudah mencegahnya dari makan dan melampiaskan nafsunya pada siang hari maka terimalah syafa’atku untuknya…” (HR. Ahmad)

Masuk surga lewat pintu khusus, ar-Rayyan

Sahal radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di surga ada pintu yang disebut ar-Rayyan. Di hari kiamat kelak, orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu dan tidak ada seorang pun yang melewatinya selain mereka. Ia dipanggil. ‘Dimanakah ahli puasa?’ Mereka pun berdiri seraya memasukinya dan tidak seorang pun yang masuk (lewat pintu itu) selain mereka. Jika semuanya telah masuk, lalu pintu itu ditutup dan tidak seorang pun yang bisa melewatinya” (HR. Bukhari)

Pintu surga dibuka pintu nereka ditutup dan syetan dibelenggu

Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika telah datang awal bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Dan dibukakan pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu pun yang tertutup. Berserulah penyeru, ‘Wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah. Wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap malam” (HR. Tirmidzi)

Bulan diturunkannya al-Qur’an dan diturunkan Lalilatul Qadar

Surat Al-Qadr Ayat 1-5

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.