Menikahlah Dengan Orang Yang Membuatmu Jatuh Cinta Kepada Allah

“Menikahlah dengan seseorang yang bisa membuatmu jatuh cinta kepada Allah Ta’ala kapanpun, dimanapun dan apapun kondisi yang sedang terjadi kepadamu”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada umatnya untuk mencari pasangan hidup (suami/istri) karena agamanya, karena agama itu sangat menentukan apakah rumah tangga itu akan menjadi sakinah; wamadah; waromah bagi kedua pasangan. Rasa cinta yang didasarkan kepada iman dan taqwa kepada Allah Ta’ala akan lebih berharga dari dunia dan isinya. Karena orang-orang yang kita cintai/kita kenal kehidupan dunia ini persaudaraannya akan kekal diakhirat jika dilandasi atau dibangun atas dasar iman dan taqwa.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an,

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari kiamat itu sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

Allah Ta’ala telah mengabarkan bahwa hubungan saling mencintai yang akan tetap kekal abadi sampai dengan hari kebangkitan adalah hubungan persaudaraan yang didasari atau dibangun atas dasar ketakwaan. Sifat utama orang yang bertaqwa dan pondasi ketakwaan adalah tauhid, cara mengenal Allah dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Al-Imam Ibnul Jauzy rahimahullah berkata,

إلا المتقين يعني الموحدين

“Kecuali orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang mentauhidkan Allah.” (Zaadul Masir, 4/83)

Asy-Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahumallaah menjelaskan bahwa,
“Diantara keistimewaan tauhid adalah tauhid merupakan ikatan yang hakiki dan abadi yang akan terus berlanjut di dunia dan di akhirat, dan tidak ada suatu ikatan di antara manusia secara mutlak yang semisal dengan ikatan tauhid, sebab ikatan antara orang-orang yang bertauhid dan beriman ini adalah ikatan yang abadi dan akan terus berlanjut selamanya di dunia dan di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman dalam ayat yang lain,

وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

“Dan (ketika) segala hubungan antara mereka (kaum musyrikin) terputus sama sekali.” (QS. Al-Baqarah: 166)

Maknanya, terputus semua keterkaitan dan hubungan, maka semua hubungan akan terputus, semua kecintaan akan pergi, semua ikatan akan berakhir, kecuali kecintaan, hubungan dan ikatan tauhid dan keimanan kepada Allah ‘azza wa jalla.” (Min Ma’aalimit Tauhid, hal. 15)

Insya Allah, jika kita mencari pasangan hidup yang bisa membuat kita cinta kepada Allah, maka Allah akan memelihara dan menjamin cinta kita kepada sesamanya akan kekal sampai di akhirat dan dipertemukan kembali diakhirat.