Bagaimana Resepsi Pernikahan Yang Islami atau Syari’

Adapun melakukan resepsi pernikahan sesuai cara yang islami, maka hendaknya harus menjauhi perkara-perkara yang dilarang syariat islam yang kini dianggap remeh oleh banyak orang dalam resepsi pernikahan.

Diantara Larangan-Larangan Dalam Resepsi Pernikahan

Terkait Dengan Wanita
Pergi ke tukang rias rambut laki-laki bukan mahram lalu rambutnya dirias olehnya. Atau datang ke tukang rias perempuan lalu melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan, seperti menipiskan alis dengan mencabutnya, atau membuat tato, atau menyambung rambut dan perkara-perkara haram lainnya, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita-wanita yang mencukur alis atau minta dicukurkan alisnya, menyambung rambut atau yang minta disambungkan rambutnya. Atau meniru kaum kafir dalam pakaian mereka. Seringkali pakaian pengantin memperlihatkan bagian-bagian yang dapat mengundang fitnah, misalnya pakaiannya nyaris telanjang, ditambah lagi di dalamnya sering terdapat sikap menghambur-hamburkan harta.

Terkait Dengan Laki-laki
Mencukur jenggot pada malam resepsi, mereka lakukan hal itu dengan alasan agar berpenampilan menarik, padahal dia adalah perkara yang diharamkan syariat, kemudian juga isbal dalam pakaian.

Berikut Ringkasan Perkara Haram Yang Harus di Jauhi Dalam Resepsi Pernikahan

(1) Ikhtilath, bercampur baur antara laki-laki dan perempuan serta tindakan-tindakan di dalamnya, seperti saling memberi salam dan berjabat tangan, menari antara laki-laki dan perempuan, karena semua itu diharamkan dan keburukannya besar.

(2) Tidak melakukan foto, baik antara laki-laki maupun antara wanita.

(3) Minum khamar dan makan daging babi.

(4) Masuknya suami ke dalam ruangan wanita untuk mengambil isterinya.

(5) Pengantin wanita memakai pakaian terbuka, ketat dan pendek. Ini adalah pakaian yang diharamkan, apalagi jika dipakai di depan laki-laki.

(6) Tidak menghambur-hamburkan uang, berfoya-foya dan melakukan kefasikan, karena semua itu akan menghilangkan keberkahan.

(7) Kedua mempelai memakai cincin pinangan, hal ini menyerupai kaum kafir jika diyakini bahwa hal tersebut akan semakin menambah rasa cinta antara suami dan isteri.

Akhirnya, hendaknya suami istri menyadari bahwa sejauh mana resepsi pernikahan mereka sesuai dengan nilai-nilai islam, maka sejauh itu pula keberkahan dan kerukunan dalam keluarga akan terwujud dan problem kehidupan rumah tangga dapat diminimalisir.

Namun jika kehidupan suami isteri diawali dengan perkara-perkara munkar dan bertentangan dengan perintah Allah Azza  wa Jalla, maka jangan harap akan terjadi kerukunan setelah itu. Sering terjadi, kondisi keluarga yang di dalamnya terjadi penyimpangan dari ajaran Allah tidak berlangsung mulus. Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dalam menyelenggarakan resepsi pernikahan dan jauhkan dari perkara-perkara yang dilarang dalam syariat.

Semoga Allah memberkahi. Kita mohon semoga anda mendapatkan taufiq beserta pasangan anda. Shalawat dan salam nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam biswab