Shalah sunnah ini dilakukan seorang muslim sebelum shalat shubuh setelah terbit fajar. Shalat sunnah ini dilaksanakan sebanyak 2 rakaat. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan shalat qabliyah shubuh ini meskipun saat beliau sedang bersafar. Dari Aisyah radiyallahu’anha beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melakukan satu shalat sunnah pun yang lebih beliau jaga dalam melaksanakannya melebihi dua rakaat shalat sunnah shubuh.” (Muttafaqun’alaihi).

Mengenai hadist ini Al-Imam Ibnul Qayyim berkata, “Ketika safar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap rutin dan teratur mengerjakan shalat sunnah fajar dan shalat witir melebihi shalat sunnah yang lainnya. Tidak dinukil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melaksanakan shalat sunnah rawaib selain dua shalat tersebut selama beliau safar.: (Zaadul Ma’adI/315)

Adapun biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat qabliyah shubuh adalah surat Al-Kaafirun dan Surat Al-Ikhlas. Dari Abu Hurairah radiyallahu’anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada shalat sunnah sebelum shubuh membaca surat Al-Kaafirun dan surat Al-Ikhlas (HR. Muslim).

Namun terkadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga membaca surat lain, yakni surat Al-Baqarah: 136 dan Ali Imran: 52. Dari Said bin Yasar, dari Ibnu Abbas, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada shalat sunnah sebelum shubuh di rakaat pertama membaca, Al-Baqarah: 136 dan di rakaat kedua membaca Ali Imran: 52.” (HR. Muslim).

Salah satu penyebab mengapa beliau selalu merutinkan hal tersebut adalah karena adanya hadist tentang keutamaan shalat qabliyah shubuh tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Aisyah radiyallahu’anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua rakaat sebelum shalat shubuh lebih baik dari dunia dan isinya.” Dalam riwayat yang lain,  “Dua rakaat sebelum shalat shubuh lebih aku cintai dari dunia seisinya”. (HR. Muslim).

Sumber: At-Tauhid edisi 04 tahun 14