Kebenaran Hari Yang Ditetapkan Tafsir Quran Surat An-Naba’ (78): 17-20

“Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok. Dan dibukakan langit, maka terdapatlah beberapa pintu. Dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.” (QS. An-Naba’: 17-20)

Kematian sudah menjadi kepastian bagi setiap makhluk hidup. Tidak dunia. Tidak ada impian selama-lamanya hidup tanpa akhir dan tidaklah ada yang hidup melainkan akan meninggal dan masuk ke liang lahat. Hari demi hari terus berlalu, kematian menjadi semakin dekat. Semuanya akan hancur dan pada akhirnya akan berhadapan dengan Sang Pencipta untun mempertanggungjawabkan amal masing-masing.

Kenapa iman kita dengan hari kiamat menjadi berkurang? Keyakinan kita dengan perjumpaan kepada Allah semakin melemah? Kita lebih mendahulukan berharap daripada rasa takut, lebih mengutamakan dunia daripada akhirat. Kita sudah lalai tentang keberadaan bencana besar, pada hari semua makhluk dibangkitkan dari dalam kubur, tersingkaplah semua rahasia yang dahulu dipendam dan para pendusta akan mengetahui kebenaran hari kiamat.

Iman dengan hari akhir termasuk rukun dari rukun-rukun iman dan sebab kuatnya hati dalam keimanan seseorang kepada Allah, oleh karena itu sering kali Allah mengabungkan iman kepada-Nya dengan iman kepada hari akhir, karena barang siapa yang tidak beriman dengan hari kiamat, pembalasan, perhitungan, surga dan neraka maka tidak mungkin beriman kepada Allah.

Janganlah kalian tertipu dengan kehidupan dunia, karena segala sesuatu akan hancur. Dan bukanlah kematian menjadi akhir dari kehidupan, bahkan itulah permulaan menuju perjalanan yang jauh dan abadi. Di dalam kubur, entah itu sebagai taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka. Dia akan berada di dalamna tanpa teman, kecuali amalan yang dia kerjakan. Keadaan itu terus berlangsung sampai waktu yang ditentukan sebelum hari pembangkitan. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya, kemudian mereka dikumpulkan di bumi yang lain, bukan bumi yang sekarang. (QS. Ibrahim: 48)

Pada saat itu juga metahari digulung, bintang-bintang jaruh berserakan, lautan meluap, langit terbelah, gunung-gunung seperti bulu berhamburan dan semua yang ada akan hancur. Itulah kiamat, malampetaka yang amat besar, hari semua manusia menghadap Rabb semesta alam untuk melaksanakan perhitungan. Semoga Allah memudahkan urusan kita dan urusan kaum muslimin dalam menghadapi kesulitan hari yang sangat dahsyat lagi mengerikan.

TAFSIR AYAT:

Dalam ayat sebelumnya Allah mencela orang-orang yang mengikari adanya hari kebangkitan dan pembalasan, bahkan sampai mengancamnya bahwa mereka kelak akan mengetahuinya sendiri. Kemudian Allah jelaskan tentang anugerah-anugerah yang diberikan kepada semua hamba-Nya agar mereka berpikir dan sebagai bukti atas kemampuan-Nya untuk membangkitkan mereka kembali. Kemudian dalam ayat ini Allah menyakinkan kembali tentang kedatangan hari kiamat dan hari untuk memutuskan di antara para makhluk.

Syaikh Abdurrahman as-sa’di menafsirkan, “Allah menyebutkan apa yang terjadi pada hari kiamat, hari dimana para pendusta saling bertanya-tanya dan orang-orang kafir saling mengingkari, bahwa hari kiamat merupakan hari yang agung, dan bahwa Allah menjadikannya sebagai waktu yang ditetapkan untuk makhluk. Yaitu hari ketika sangkakala ditiup lalu manusia datang berkelompok-kelompok. Mereka berjalan dari malapetaka dan kehancuran yang membuat anak-anak beruban dan mencemaskan hati. Kemudian yang dihamburkan dan langit terbelah sehingga seperti pintu-pintu. (Tafsir as-Sa’di, hal. 906)

FAEDAH AYAT QS. An-Naba' (Baca Selengkapnya)