“Jangan sekali-kali engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, walaupun sekedar menjumpai saudaramu dengan wajah yang berseri-seri” (HR. Muslim No. 2626)

Terkadang ada sebuah kebaikan yang kita anggap remeh, bahkan kita sendiri pernah menganggapnya sebagai sebuah amal kebaikan, namun ternyata kebaikan itu menjadi pengaruh besar kepada orang lain. Terkadang satu dua kalimat saja yang kita ucapkan kepada orang lain, namun kalimat itu membekas di hati mereka dan membawa perubahan hidup yang berarti pada dirinya.

Terkadang sebuah SMS pesan singkat yang kita kirimkan untu saudara atau teman dekat kita kirimkan untuk saudara atau teman dekat kita, namun itu menjadikannya sebab untuk bertaubat dan menjauhi perbuatan maksiat yang selama ini ia kerjakan.

Kita mungkin sudah lupa, bahwa buku bacaan yang dulu pernah kita titipkan ke teman, lalu ternyata buku itu telah mendorong sahabat kita tersebut untuk kembali mengingat akhirat.

Apa rahasianya, mengapa justru amalan kecil yang kita kerjakan malah membawa manfaat dan kebaikan? Jawabannya, karena kebaikan yang kita lakukan yang sedikit dan remeh itu, cenderung kita lakukan  atas dasar keikhlasan tidak mengharap imbalan apa-apa. Berbeda dengan kebaikan kita untuk sesama yang kita anggap besar, terkadang lebih sulit untuk menjaga niat kita dari riya’ dan sum’ah.

Siapa yang menyangka kalau seorang wanita pezina yang memberi minum anjing kehausan lalu menjadi sebab untuk diampuni dari dosa-dosa yang telah lama ia kerjakan? Siapa yang sangka, hanya dengan menyingkirkan gangguan di jalan, karena akan menghalangi jalannya kaum muslimin bisa menjadi sebab seorang masuk surga?

Namu juga siapa sangka, amalan jihad fi sabilillah mengorbankan hartanya, jiwa dan raganya, justru menjadi sebab dirinya terlempar ke dalam jurang mereka? Dan siapa yang menduga, bahwa infaq yang begitu banyak yang dia keluarkan, justru menjadi sebab kemurkaan Allah karena telah terkotori dengan perasaan ujub, riya dan sum’ah.

Kalaulah kita tahu, secuil amalan kebaikan yang telah kita lakukan itu diterima di sisi Allah, alangkah bahagianya hati. Yang demikian itu karena Allah telah berfirman:
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertaqwa” (QS. Al-Ma’idah: 27)

Karenaya jangan pernah kita meremehkan sekecil kebaikan yang kita kerjakan. Lakukanlah meskipun itu kebaikan yang kecil. Karena bisa jadi kebaikan itu akan berbuah ampunan dan surga Allah, dan janga pernah membanggakan amal kebaikan kita yang kita anggap besar, karena bisa jadi hal itu justru akan menyeret kita ke dalam lembah kebinasaan.