Jaminan Allah akan berkurang, jika …

Belajar dari kisah supir taksi, supir taksi yang keluarganya berjumlah 14 orang, penghasilannya hanya gopek, 500 ribu. Namun, keluarganya ini bisa hidup semuanya. Kok bisa? Bisa Bos, karena yang menanggung hidup ini bukan si supir taksi. Siapa yang menanggung? Allah SWT. (cari kepanjangan)

Tapi, jaminan Allah tas rezeki hambanya-Nya ini akan berkurang dan berkurang, seiring dosa hamba tersebut. Makin gede dosanya, waduh, makin wassalam tuh rezekinya, makin diambil sama Allah. Kalau rezeki ente udah ga cukup, badan yang diambil. Kalau badan udah ga cukup, anak atau istri yang diambil. Waduh, itu lebih resiko lagi.

Kalau jaminan Allah sudah diambil, lambat laun kita tidak bisa memberikan nafkah yang cukup buat anak istri. Dikurangin sedikit demi sedikit sama Allah. Makan susah, bayar sekolah pun susah. Istri ga pernah lagi punya cincin atau perhiasaan lainnya. Naik lagi dosanya, makin diambil lagi, anak-anak akhirnya putus sekolah. Lama-lama akhirnya ga dapet semua, karena kita yang dihajar oleh Allah.

Memang kalau kita sakit, stroke misalnya, itu belum tentu adzab, bisa jadi itu ujian dari Allah. Tapi, kalau orang yang stroke ini tadinya suka semena-mena sama orang, suka dzolim sama orang, kemungkinan besar itu adzab. Kalau orang yang stroke ini tadinya tukang tulis yang ngak-ngak, tukang nipu orang, maka strokenya itu bisa jadi merupakan adzab. Maaf ya bos, sekali lagi, kalau kemudian rezeki kita udah gak cukup buat bayar dosa, badan kita yang dihajar. Badan udah gak cukup kena penyakit, anak istri yang kena.

Ada orang-orang yang diuji oleh Allah. Anaknya begini, anaknya begitu, intinya anaknya bermasah, ternyata bapaknya rentenir, tukang nge-riba-in uang.

“Ustadz, apa emang begitu?”

“Ya emang begitu!”

“Ya ga bisa dong. Masak anak nanggung dosa orang tua?”

“Lah, anak ini makan dari uang hasil kerja bapaknya kan?”

Makanya kalau ente itu penjahat, kalau itu rezeki haram, jangan sampailah rezeki itu masuk ke rumah. Karena kalau rezeki haram itu sampai masuk ke rumah, makan dan minumnya itu jadi makanan dan minuman neraka. Susunya, susu neraka. SPP sekolahnya, SPP neraka. Bos, kalau Allah cabut jaminan-Nya, mau anak ente disekolahin di sekolah paling bagus, paling TOP, paling hebat, tetap aja anak ente akan susah diatur.

Lihat orang-orang tua jaman dulu, anaknya pada santun-santun. Padahal tidak pernah ikut seminar parenting. Lah parenting saja mereka tidak tahu itu apa. Kalau orang tua sekarang kan kacau, pada ikutan seminar parenting, bagaimana cara mengasuh anak yang baik. Eh, lima tahun kemudian cerai. Lah bagaimana? Seminarnya belum sempat diaplikasikan, cerai. Bagaimana ga cerai, sebelum menikah, main-main sama hukum Allah SWT, belu sempat bertaubat.

Ini pelajaran buat kita, bukan buat men-judge orang lain. Kalau memang ketemu yang begitu, kita cepat istighfar, maksudnya begitu.

Jaminan Allah atas rezeki hamba-Nya ini akan berkurang dan berkurang, seiring dosa hamba tersebut. Makin gede dosanya, waduh, makin wassalam tuh rezekinya, makin diambil sama Allah “Jaminan”   Ust. Yusuf Mansur