Mantan Penghuni Neraka Jahannam Yang Masuk Surga

Pernahkah kalian mendengar istilah “Jahannamiyyun”? Bagi kalian yang mengetahui bahasa Arab mungkin akan menjawab bahwa kata Jahannamiyyun itu adalah nisbat kepada Jahannam, yang artinya para pengikut neraka Jahannam. Ups! Emangnya ada yang mau menjadi pengikut setia neraka Jahannam?

Jahannamiyyun yang dimaksud adalah mantan penghuni neraka yang kemudian Allah masukkan ke surga, lalu penduduk surga menamai mereka dengan “Jahannamiyyun”. Rasulullah bersabda, “Akan keluar dari neraka suatu kaum setelah mereka di bakar dalam neraka, kemudian mereka akan masuk kedalam surga. Penduduk surga menamakan mereka dengan Jahannamiyyun.” (HR. Bukhari: 6559)

Bagaimana Keadaan Mereka Sebelum di Surga?

Kelompok Jahannaiyyun ini sebelumnya disiksa di neraka sehingga wajah dan tubuh mereka hitam seperti arang. Mereka masuk neraka karena dosa-dosa yang mereka kerjakan sebelumnya di dunia, namun mereka  juga memiliki kebaikan. Sehingga dengan keadilan Allah, Allah memasukkan mereka di neraka lalu Allah memasukkan mereka ke surga. Dan pada akhirnya mereka juga kekal di surga karena keutamaan dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Sebelum masuk surga, mereka dibersihkan terlebih dahulu dengan air surga atau air kehidupan.

Sahabat Abu Sa’id al-Khudri mengatakan, “Mereka dinamakan di surga sebagai al-Jahannamiyyun karena hitamnya wajah mereka, kemudian mereka berdoa, ‘Wahai Rabb kami, hilangkan bekas ini.’ Maka mereka diperintahkan agar mandi di sungai surga dan bekas tersebut hilang.” (HR. Ibnu Hibban 16/457, dishahihkan oleh al-Arna’uth).

Di dalam hadist yang shahih, Rasulullah bersabda, “… orang-orang yang ditimpa oleh siksa neraka karena dosa-dosanya maka Allah akan mematikan mereka dengan suatu kematian. Sehingga bila mereka telah menjadi arang, Nabi diizinkan untuk memberikan syafaat
(kepada mereka). Lalu mereka didatangkan berkelompok-kelompok secara terpisah, lalu dimasukan ke sungai-sungai di surga. Selanjutnya dikatakan (oleh Allah), ‘Wahai penghuni surga, kucurkanlah air kehidupan kepada mereka!’ Maka tumbuhlah mereka laksana tumbuhnya benih-benih tumbuhan di lautan lumpur yang dihempaskan arus air.” (HR. Muslim)