Setiap yang terkena laknat Allah, maka ia berarti jauh dari rahmat Allah dan berhak mendapatkan siksa, akhirnya binasa. Demikian disebutkan dalam Lisanul ‘Arab, 13: 387-388. Yang dilaknat bisa jadi perbuatannnya adalah kekafiran. Ini jelas jauh dari rahmat Allah dan berhak mendapatkan azab Allah. Bisa pula yang dilaknat tetap muslim, namun ia melakukan perbuatan yang pantas dapat laknat seperti orang yang minum minuman keras, orang mencaci-maki orang tuanya dan semacam itu. Perbuatan yang dilakukan tentu saja termasuk al-kabair (dosa besar), namun tidak menyebabkan ia kekal di neraka. Ada tujuh hadist yang dibawakan pada kesempatan kali ini yang menerangkan dosa-dosa yang dilaknat sehingga kita semakin takut berbuat maksiat dan berusaha menghindari dosa-dosa yang nanti akan dibahas.

Hadist Pertama

Dari ‘Ali bin Thalib radhiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat siapa saja yang melakukan sembelihan (tumbal) pada selain Allah (menyebut nama selain Allah, pen.). Allah melaknat orang yang melindungi pelaku maksiat (dan bid’ah). Allah melaknat orang yang melaknat orang tuanya. Allah melaknat orang yang merubah batas tanah.” (HR. Muslim, No. 1978) Ada empat hal yang dilaknat dalam hadist tersebut:

  1. Orang menyerahkan tumbal/sembelihan kepada selain Allah bisa jadi karena ingin memenuhi prasyarat pesugihan dan ingin menjadi kaya/untuk mengangkat musibah dengan segera lewat istighatsah kepada selain Allah.
  2. Melindungi pelaku maksiat dan bid’ah.
  3. Orang yang mengutuk orang tuanya, bisa jadi secara langsung, bisa jadi karena dia menjadi sebab orang tuanya dilaknat.
  4. Orang yang menzalimi orang lain dengan mengubah batas tanah.

Hadist Kedua

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, yang menyetorkan riba, pencatat transaksi riba dan dua orang saksi dalam transaksi riba.” Beliau mengatakan, “Mereka semua sama (dapat dosa, pen.)” (HR. Muslim, No. 1598) Riba adalah tambahan pada sesuatu yang khusus, misalnya yang dikatakan oleh para ulama dalam utang piutang, “Setiap utang piutang yang didalamnya terdapat keuntungan maka termasuk riba.” Yang dilaknat dalam hadist di atas adalah:

  1. Pemakan riba (rentenir)
  2. Yang menyetor riba (nasabah)
  3. Pencatat riba (sekretaris)
  4. Dua orang saksi dalam transaksi riba

Hadist Ketiga

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap”. (HR. Abu Daud No. 3580, Tirmidzi No. 1337, Ibnu Majah No. 2313. Kata Syaikh Al-Albani hadist ini shahih). Berarti yang dilaknat dalam hadist ketiga adalah orang menyuap dan disuap. Namun berbeda kalau yang menyuap ini karena menuntut haknya yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan jalan menyuap, maka ia yang menyuap tidak terkena laknat seperti dalam hadist.

Hadist Keempat

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pria yang bergaya seperti wanita dan wanita yang bergaya seperti pria.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian.” Ibnu ‘Abbas katakan, “Nabi pernah mengeluarkan orang yang seperti itu. Demikian halnya dengan ‘Umar.” (HR. Bukhari, No. 5886). Hal inilah yang dilaknat seperti tingkah laku kaum LGBT saat ini.

Hadist Kelima

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat tiga orang: (1) orang yang memimpin kaumnya lantas mereka tidak suka (lantaran penyimpangan agama, bukan masalah dunia, pen.), (2) istri yang di malam hari membuat suaminya membencinya (karena tidak mau taat pada suami, pen.), (3) ada orang yang mendengar ‘hayya ‘alal falaah’ (marilah meraih kebahagiaan) lantas ia tidak memenuhi panggilan berjamaah tersebut.” (HR. Tirmidzi, No. 358. Hadist ini sanadnya benar-benar lemah menurut Syaikh Al-Albani. Walau hadist ini dha’if namun maknanya shahih).

Hadist Keenam

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat dalam khamar sepuluh hal: (1) yang memerasnya, (2) yang mengambil hasil perasaannya, (3) yang meminumnya, (4) yang mendistribusikannya, (5) yang memesannya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang memakan hasil penjualannya, (9) yang membeli secara langsung, dan (10) yang membelikan untuk yang lainnya.” (HR. Tirmidzi, No. 1295. Hadist ini dinilai hasan shahih menurut Syaikh Al-Albani).

Hadist Ketujuh

Dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempauan yang meminta disambungkan rambutnya, begitu pula perempuan yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato.” (HR. Bukhari No. 5933, 5937 dan Muslim No. 2124).

Sumber Buletin Jumat rumaysho edisi 14