Bidadari begitu kata ungkapan yang disebutkan oleh para ulama balasan untuk para laki-laki shalih yang masuk surga. Begitupun dengan perempuan yang diungkapkan dengan kalimat “sebaik-baiknya perhiasaan dunia adalah wanita shalihah”.

Firman Allah Ta’ala dalam QS. An-Nur: 32

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ
يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Nikah itu adalah sunnahku, barangsiapa membenci sunnahku, bukanlah bagian dari kami.” (HR. Ibnu Majah).

Dari firman Allah dan sunnah, Nabi di atas, kita paham bahwa menikah itu adalah ibadah. Karena menikah itu perintah Allah dan sunnah RasulNYa. Bahkan ibadah yang sangat istimewa dan luar biasa. Karena durasi atau masa melakukan ibadah tersebut sangat panjang sekali. Sejak mulai melamar, menikah, menjalani masa-masa pernikahan, punya anak sampai punya cucu, semuanya itu termasuk ibadah dan durasinya bisa sampai puluhan tahun.

Karena menikah itu ibadah, maka untuk menyempurnakan proses ibadah tersebut, maka sudah selayaknya seorang suami harus sholeh dan seorang istri juga harus shalihah. Akan tetapi pertanyaanya adalah bagaimana caranya agar suami istri itu menjadi pasangan yang dirahmati, diridhoi Allah untuk selalu taat menjadi hamba Allah yang menjalankan syariat islam.

Sekarang, mari kita lihat apa saja ciri-ciri istri shalihah itu menurut islam, antara lain adalah:

1. Taat dan bertaqwa kepada Allah dan menjauhi syirik.

2. Senang membaca Al-Qur’an mempelajari dan mengamalkannya.

3. Berperilaku terpuji (Akhlakul Karimah), menyenangkan suami.

4. Menjaga rahasia maupun aib suami dan menjaga hartanya.

5. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya kalau ada masalah dan mencari maaf suaminya.

6. Melayani suami dengan baik, berhias bersolek dan berdandan hanya untuk suami serta selalu berusaha tampil cantik.

7. Tidak pemarah dan tidak suka mengeluh pada suaminya.

8. Memuji suami dengan kata-kata yang halus, sehingga bisa membangkitkan kasih sayang di antara keduanya.

9. Bersegera ketika melayani suami dan tidak memperlihatkan wajah sedih atau muram terhadap suaminya.

10. Menjaga harga diri dan kehormatan dengan sebaik-baiknya.

11. Perhatian kepada suami dan harus ikhlas dan sabar serta tulus jika suami sedang sakit.

12. Pandai bersyukur terhadap kebaikan suami dan tidak menginginkan orang lain selain suaminya.

13. Memelihara diri ketika suaminya tidak ada dan melegakan hati suami kelau suami ada didekatnya.

14. Membatasi pandangannya hanya kepada suaminya saja karena kecintaanya dan mencari ridha sang suami.

15. Memilikki sifat amanah (dapat dipercaya).

16. Dapat memberikan ketenangan dan selalu berusaha wangi kalau lagi bersama suami.

17. Tidak keluar rumah tanpa izin suami, membatasi diri di rumah dan punya rasa malu kepada selain suaminya. Tidak meladeni rayuan laki-laki lain dan tidak mengecewakan suaminya.

18. Tidak pencemburu, sehingga membuatnya suaminya tidak tenang menjalani pernikahannya.

19. Tidak menyibukkan diri sendiri saat bersama suami, siap melayani suami kapan saja suami menghendaki.

20. Tidak membantah ucapan suami dan tidak melawan suami.

21. Cerdas, mudah paham yang diinginkan suami dan tidak mengingakari kelebihan suami.

22. Tidak mengizinkan sembarang orang masuk ke dalam rumah.

23. Menghormati mertua maupun keluarga suami.

24. Mencium tangan suami kalau suami mau keluar rumah, tanda hormat dan menyanyangi suami.

25. Tidak meninggikan suara di hadapan suami, mematuhi dan taat serta patuh kepada suami.

Itulah berapa dari ciri-ciri isteri shalihah, jika diteruskan lagi menyebutkannya bisa jumlahnya tidak tertampung dalam artikel sederhana ini. Yang mendasar dan penting adalah kita sekarang paham pernikahan itu bukan hal yang main-main.

Mari kita rawat dengan baik pernikahan kita, sadarkan pasangan kita bahwa kita sedang beribadah lewat amalan yang namanya pernikahan. Jangan rusak ibadah kita dengan saling menyakiti di antara suami istri, jangan mudah bertengkar dengan pasangan kita untuk hal-hal yang tidak penting.

Pernikahan itu adalah nikmat Allah Ta’ala yang sangat luar biasa yang dianugerahkanNYa kepada hambaNya. Mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dalam bentuk keluarga yang sakinah, mawadah dan warrahmah sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ
مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Ruum: 21)