Berlomba-lomba dalam menggapai dunia bukanlah hal yang asing ditelinga kita. Untuk masuk ke universitas yang terkemuka, kita dapat menyaksikan bersama-sama bagaimana setiap orang ingin dapat yang terdepan. Cita-citanya bagaimana bisa mendapatkan penghidupan yang bahagia dan kekal. Namun sangat jarang sekali kita jumpai orang yang berlomba dalam menggapai akhirat. Coba Anda cermati bagaimana orang-orang lebih senang menghafal berbagai tembangan nyanyian daripada membaca dan menghafalkan kitab suci Al-Qur’an.

Salah satu surat Al-Qur’an yang perlu kira renungkan bersama ialah firman Allah Ta’ala berikut ini,

سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ
لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ
الْعَظِيمِ

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

Dari ayat diatas ini kita bisa memahami bahwa Tuhan memerintahkan kepada manusia untuk saling berlomba-lomba meraih ampunan adan surgaNya. Cara yang bisa dilakukan yaitu melakukan amal shalih dan berbuat ihsan dalam beribadah kepada Tuhan dan berbuat baik kepada makhluk lainnya.

Selain daripada itu, dalam konteks akhirat seyogianya kita harus saling berlomba untuk bisa menjadi yang terdepan. Sebagaimana firman-Nya yang mengatakan , “Fastabiqul khoirot”. Yang bermakna berlomba-lomba dalam hal kebaikan (QS. Al-Baqarah: 148). Artinya agar mampu meraih nikmat di surga Allah Ta’ala, maka setiap dari kita wajib berlomba-lomba untuk meraih surganya Allah Ta’ala. Jika tidak berlomba-lomba, maka kita tidak mampu meraihnya.