Pelakunya akan rugi pada hari kiamat

Allah berfirman: “Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya neraklah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (QS. An-Nazi’at: 37-40)

Atha’ mengatakan, “Barangsiapa yang hawanya mengalahkan akalnya, keluh kesahnya mengalahkan kesabarannya maka ia akan merugi.” (Dzammul Hawa, hal. 27)

Akan menggiring kepada kesesatan diri sendiri maupun orang lain

Allah berfirman: “Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka.” (QS. An-Najm: 23)

Ali bin Abi Thalib berkata, “Yang paling aku takutkan atas kalian adalah dua hal; panjang angan-angan dan mengikutu hawa. Panjang angan-angan akan melupakan akhirat dan mengikuti hawa akan membendung seseorang dari kebenaran.” (Mushan-naf Ibnu Abi Syaibah, no. 34495)

Salah satu penghancur agama seseorang

Rasulullah bersabda, “Ada tiga hal penghancur; yaitu kikir yang ditaat, hawa yang diikuti dan ujubnya seseorang dengan dirinya.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 745, dihasankan oleh Al-Albani)

Penyebab hilangnya ilmu dan akal sehat

Atha’ as-Sulami mengatakan, “Syahwatnya dan hawa nafsu dapat mengalahkan ilmu, penjelasan dan akal sehat.” (Tahdzib al-Hilyah 2/323)

Bentuk-Bentuk Mengikuti Hawa Nafsu

Fanatik buta kepada seseorang mencari-cari kesalahan orang, mengingkari sebagian kemungkaran dan mendiamkan yang lain karena hawa, berlebihan dalam segala urusannya karena hawa, senang berdebat dan tidak mau mengikuti kebenaran, menguatkan beberapa masalah ilmiah karena hawa, menganggap dirinya sudah sempurna dari yang lain, tidak mau terikat dengan aturan yang diperbolehkan secara syar’i menyia-nyiakan waktu sesuai hawanya, gemar mengoreksi orang lain dengan alasan nasihat untuk kaum muslimin padahal itu adalah hasad dan yang lainnya. (Ittiba’ul Hawa, Dr. Abdurrahman Ibnu Ayid al-Ayid)