Sebelum melaksanakan shalat kita diwajibkan untuk mensucikan diri dengan cara berwudhu dan jika tidak memungkinkan berwudhu bisa dilakukan dengan tayamum. Berikut adab-adab berwudhu yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

Doa

Membaca Bismillah saat hendak berwudhu

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Tidak Boros Air

Imam Ibnu Majah Rahimahullah meriwayatkan:

Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq Asy-Syafi’i Ibrahim bin Muhammad bin Al-‘Annas berkata, telah menceritakan kepada kami  Sufyan dari ‘Amru ia mendengar Kuraib berkata aku mendengar Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata: “Aku menginap di tempat bibiku Maimunah, lalu Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bangun berwudhu dengan hemat, dari air yang ada di geriba. Maka akupun bangun dan melakukan sebagaimana yang beliau lakukan.” (HR. Ibnu Majah: 423)

Isya Allah lebih baik membasuh tiga kali tiga kali

Imam Syafi’i dalam kitab Al-‘Umm dalam bab thaharah: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam ketika wudhu jumlah bilangannya ada yang tiga kali dan ada yang  sekali saja, yang sempurna dari semua itu adalah tiga kali, akan tetapi sekali saja, maka itu dianggap telah mencukupi.

Dari Musa bin Abu Aisyah dari ‘Amru bin Syu’aib dari Bapaknya dari Kakeknya ia berkata: “Seorang arab badui datang kepada Nabi shallaallahu ‘alahi wasallam dan bertanya tentang wudhu, menurutku beliau berwudhu tiga kali-tiga kali, kemudian beliau bersabda: “Seperti inilah tatacara wudhu, barangsiapa menambahi maka ia telah berbuat keburukan atau melapaui batas atau zhalim.” (HR. Ibnu Majah: 422)

Menyempurnakan Wudhu

Imam Ibnu Majah Rahimahullah meriwayatkan:

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’id Al-Jauhari berkata, telah menceritakan kepada kami Sa’d bin Abdul Hamid bin Ja’far dari Ibnu Abu Az-Zinad dari Musa bin Uqbah dari Shalih mantan budak At-Tau’amah, dari Ibnu ‘Abbas ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Apabila kamu ingin mendirikan shalat maka sempurnakanlah wudhu, dan jadikanlah air di antara jari-jari tangan dan kedua kakimu.” (HR. Ibnu Majah: 447

Memulai Dari Sebelah Kanan

Dari Abu Hurairah, ia menuturkan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Jika kalian berwudhu maka mulailah dengan yang sebelah kanan.” (HR. Ibnu Majah: 402) 

Bersiwak Sebelum Berwudhu

Imam Abu Dawud Rahimahullah meriwayatkan:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah menceritakan kepada kami Hamman dari Ali bin Zaid dari Ummu Muhammad dari Aisyah bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah bangun dari tidurnya baik malam maupun siang, kecuali beliau bersiwak dahulu sebelum beliau berwudhu.” (HR. Ibnu Majah: 57)

Bersungguh-sungguh Saat Memasukkan Air Ke Dalam Hidung Kecuali Saat Berpuasa atau Saat Kita Puasa

Imam Ibnu Majah Rahimahullah meriwayatkan:

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaim Ath Tha’ifi dari Isma’il bin Katsir dari ‘Ashim bin Laqith bin Shabrah dari Bapaknya ia berkata Aku berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam kabarkanlah kepadaku tentang wudhu, “ beliau bersabda: “Sempurnakanlah wudhu dan perdalamlah dalam memasukkan air ke dalam hidung, kecuali jika engkau berpuasa.” (HR. Ibnu Majah: 407)

Menyelah-nyelah Janggut

Dari Hassan bin Hilal ia berkata: “Aku melihat ‘Amar bin Yasir berwudhu seraya menyelah-nyelah janggutnya, lalu ditanyakan padanya atau ia berkata: Aku bertanya kepadanya, “kenapa engkau menyelah-nyelah janggutmu?” dia menjawab, “Apa yang menghalangiku, padahal aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyelah-nyelah janggutnya.” (HR. Tarmidzi: 29, 30)

Doa Setelah Berwudhu

Imam Tarmidzi Rahimahullah meriwayatkan:

Telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Muhammad bin Imran Ats Tsa’labi Al-Kufi berkata, telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab dari Mu’awiyah bin Shalih dari Rabi’ah bin Yazid Ad Dimasyqi dari Abu Idris Al-Khaulani dan Abu Utsman dari Umar bin Khaththab ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya kemudian membaca: Asyhadu Anlaa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariikalahu Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasulullah, Allaahummaj’alni Minat Tawwabiina Waj’alnii Minal Mutathohhiriin (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Yaa Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri), niscaya akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia dipersilahkan masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Tarmidzi: 55)

Shalat Dua Rakaat Setelah Wudhu

Imam Abu Rahimahullah Berkata:

Telah menceritakan kepada kamu Ahmad bin Muhammad bin Hanbal telah menceritakan kepada kamu Abdul Malik bin ‘Amru Hanbal telah menceritakan kepada kami Hisyam yaitu Ibnu Sa’d dari Zaid bin Aslam dari ‘Atha bin Yasar dari Zaid bin Khalid Al-Juhani bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua rakaat, tidak berbuat lalai, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan terampuni.” (HR. Abu Dawud: 905)